preloader

PERILAKU PEBISNIS SYARIAH

Yang dimaksud dengan pebisnis syariah adalah perilaku atau seseorang yang melakukan manajemen bisnisnya dengan berlandaskan keimanan dan ketauhidan. Apabila orang sudah melakukan atau menjalankan bisnisnya dengan manajemen yang syariah  dan konsukwen dengan keputusannya maka dia insyaalah akan terhindar dari hal yang tidak diinginkan dalam melakukan bisnis ,contoh nya seperti KKN (Korupsi, Kolusi  Dan Nepotisme)yang mana akan menjadi dampak yang buruk apabila dilakukan dalam kehidupan bisnis kita, sebagai mana disebut dalam al-qur an yaitu:

  (7)فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ 

  1. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

(8) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

  1. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

(QS. Al-Zalzalalakuh 7-8)

Jadi kita dapat mengambil kesimpulan dari ayat diatas bahwa ada kebaikan ataupun kejahatan yang dilakukan seseorang maka ada balasan tersendiri dari ALLAH swt yang maha mengetahui segala hal yang ada di alam jagat raya ini.

Dan juda pada ayat AL-Ghasyiah 25-26

Tafsir Surat al Ghosyiah ayat 25

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابهمْ} رُجُوعهمْ بَعْد الْمَوْت}

  1. (Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka) maksudnya mereka akan kembali kepada-Nya sesudah mati.

Tafsir Surat al Ghosyiah ayat 26

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابهمْ} جَزَاءَهُمْ لَا نَتْرُكهُ أَبَدًا}

  1. (Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka) atau memberikan balasan kepada mereka, Kami sama sekali tidak akan membiarkan mereka begitu saja, mereka pasti Kami hisab.

Dalam konteks ini manajemen  bisnis syariah sangat berbeda dengan manajemen bisnis konvensional yang mana tidak adanya keterkaitan dengan ketauhidan dan keimanan bahhkan tidak ada dan tidak terbuka beda dengan syariah yang terbuka , karena berdasarkan ketauhidan dan keimanan yang mana mempengaruhi cara pandang setiap insan dalam menjalankan bisnisnya dan orang yang berdasarkan pandangan konvensional mereka , mereka membangun integritasnya karena ada pengawasan dari tempat dia bekerja dan sebaliknya orang yang menjalankan bisnisnya dengan pandangan manajemen bisnis syariah nya , mereka membangun integritasnya karena ada pengawasan dari sang kholik atau sang pencipta.

Ada juga hal yang membedakan manajemen bisnis syariah dan manajemen bisnis konvensional adalah di setiap aktivitas dalam manjemen bisnis syariah selalu diupayakan menjadi menjadi amal saleh oleh pihak pelakunya dan bernilai ibadah, amal soleh yang bernilai ibadah yang dimaksud ini adalah perbuatan baik yang dilandasi oleh :

  1. Niat yang ikhlas karena Allah.

Karena apabila seswatu tdak diniatkan karena allah , maka akan sia sia dak tidak menjadi amal soleh.

  1. Tata cara pelaksanaan sesuai syariat islam.
  2. Dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Jadi dalam melakukan bisnis yang baik adalah dengan mengunakan manajemen bisnis syariah yang mana ini adalah salah satu pekerjaan nabi Muhammad  SAW.

Sumber:
Abdullah Ma’ruf, 2011, Manajemen Bisnis Syariah, CV. Aswaja pressindo,yogyakarta

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *