Assalamualaikum sahabat Bio Indonesia. Rasanya sudah lama mimin gak upload lagi ya ? nungguin kan ? heheheh. Doa mimin semuanya dalam keadaan sehat dan dalam Lindungan Allah ya..Allahumma Aamiin. Oke, kali ini mimin akan menuangkan jawaban atas salah satu pertanyaan yang banyak muncul belakangan ini. Haruskan memondokkan anak ke Gontor ? duh. Pertanyaan yang sulit tapi mari kita bahas aja ya. Hope u are enjoy!

Sebetulnya kalau diberi pertanyaan serupa dengan diatas, maka mimin akan jawab “ Itu Semua Pilihan “. Ketika kita memutuskan untuk memilih satu diantara yang terbaik, maka secara tidak langsung kita akan bertanggung atas apa yang akan kita lalui. Perlu diingat, dimana pun tempat kita belajar dan menuntut ilmu semua kembali kepada diri kita sendiri. Mampukah, siapkah, ikhlaskah dan masih banyak lainnya.
Banyak orang diluar sana mengantungkan harapan penuh pada tempat belajar yang akan ditimba nantinya. Banyak yang lupa, bahwa bukan tentang nama tempat belajar ( sekolah ) yang besar dan dikagumi banyak orang, melainkan bergantung pada diri sendiri yang tak luput dari kebesaran Sang Khaliq.
Banyak yang mengelu-elukan bahwa Gontor merupakan tempat belajar yang dapat mencetak orang-orang sukses seperti yang telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tapi, kembali lagi Gontor hanya memberikan kali bukan memberikan umpan. Layaknya memancing, Gontor telah memberikan alat kainya, tinggal bagaimana para santri mampu menangkap umpan dan menikmatinya dengan caranya.
Bukan tanpa alasan Gontor hanya memberikan kail untuk santrinya, melainkan supaya para santri mampu khusyuk dalam ibadah terdalam, memhaami pelajaran hidup yang ada, bekerja keras, sehingga mampu mencapai apa yang telah dicita-citakan kedepannya. Dengan ini diharapkan para santri mampu menemukan jati dirinya, mampu mengolah pikiran dan rasa dengan segala khidmat dan nikmat Iman dan Taqwanya.
Dewasa ini, banyak institusi pendidikan yang menawarkan berbagai macam sistem pendidikan. Mulai dari boarding school, pulang –pergi, dan masih banyak lainnya. Banyak juga almamater yang mendasari pondok, tetapi sistem pendidikan tetap mengikuti pemerintahan yang ada. Ada pula, yang masih kokoh berdiri tegak dengan sistem kurikulum mandiri seperti KMI ( kuliiyatul Muallimin Al-Islamiyah ) layaknya Gontor dan beberapa pondok lainnya. Ada pula yang mengabungkan kedua sistem pendidikan dan pembelajaran tersebut.
Semua tempat institusi pendidikan mempunyai nilai baik dan buruknya. Baik dan buruk tersebut tergantung bagaimana kita melihat dari kacamata sudut pandang yang ada. Lalu, haruskah mondok di Gontor ? jawaban saya tetap sama, semua tergantung pilihan.
. Banyak calon santri setiap tahunnya yang mendaftar di Gontor dan itu menjadi ciri khas pondok Gontor. Ada juga santri yang kurang taat sehingga harus meninggalkan pondok. Jika memang ihlas lahir bathin untuk mondok di Gontor, maka anak dan orangtua harus ikhlas sepenuhnya. Karena Gontor berprinsip, mereka akan tetap mengajar walau hanya satu murid, yang artinya Gontor tidak membutuhkan murid. Kitalah yang datang untuk menuntut ilmu disana.
Well, semoga dengan tulisan ini mampu memberikan pandangan yang luas untuk para calon pelajar dan orangtua yang akan memondokkan anaknya, dimanapun itu. Semua bergantung pada Sang Khaliq, kerja keras, kepercayaan, dan keikhlasan lahir bathin.
Kenapa mimin selalu menyebut keihlasan lahir dan bathin, kita akan ulas ini di tulisan selanjutnya. Mimin akan share pengalaman mimin dari awal mimin menjadi santriwari Gontor sampai mimin mendaftarkan adik mimin sendiri. Seru kan ? tunggu yah….
Jangan lupa juga, untuk share Platfrom Bio Indonesia ke seluruh rekanmu yang ada ya. Nanti kita ketemu dan belajar bersama. Pokoknya seru deh! Sampai jumpa di Bio Indonesia ya….
More Information :
0822-5704-8169 (Kak Wawan )
0821-1384-1681 ( Kak Ina )
